Saat ia melepaskan bibirnya dari bibirku, kutatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. Bokep SMA Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Aku tak perduli. “Ahhh,” ia mendesah saat kulakukan itu. “Ahhh,” ia mendesah saat kulakukan itu. Aku terlena saat bibirnya memagut bibirku. “Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Aku memandangnya heran. Tapi rasa jengkelku sudah hilang. “Hey, kamu akan mengamati terus?” ia berkata sambil tertawa. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. “Perjaka. Secara otomatis, jemariku mulai meraba dan menjelajahi bagian terintim dari tubuhnya.




















