Aku malah menghampiri gadis yang terikat berdiri tersebut.“Ayo bunuh dia…. XNXX Bokep Hahaha”“Nggak pak… Mita mau simulasi dulu… biar Mita makin nikmatin waktu dibunuh sama bapak nanti… hihihi”“Hahaha… kamu itu gemesin banget Mita… akhirnya ada cewek yang beneran rela kami bunuh, selama ini mereka terus berontak, tapi kamu malah suka… hahaha” ucap teman-temannya. Dia ingin tahu banyak tentangku. Air mataku mengalir.“Jangan coba lakukan itu lagi, atau kamu tahu akibatnya… ngerti?” katanya sambil menampar pelan wajahku dengan sisi pisau yang datar. Tidak beranjak dari pintu sedari tadi. “TOLONG…!! Dia kemudian pergi dan keluar dari ruangan. Satu tangannya lalu meremas buah dadaku sementara tangannya yang lain memegangi tanganku.




















