Mulutku sudah mau berteriak tetapi katakata Pak Herman sekali mengusik hatiku. Sex Bokep Aku tak peduli. Rupanya Ia punya kunci milik ibu sehinga ia bisa bebas keluar masuk rumah kami. Gila bukan?Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Herman mandatangiku lagi, aku tak menolaknya. Peristiwa kedua itu sengaja diciptakan Pak Herman dengan akal liciknya. Sesudah itu ibu diboyong ke rumah Pak Herman , dan rumah kami, kios dan segala isinya menjadi tanggung jawabku. Sprei moratmarit dan kulihat bercak darah di sprel itu. Aku sengaja menyibukkan diri di belakang apabila pagipagi Pak Herman datang mengantar ibu ke kios. Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hatiaku sungguh terguncang. Aku harus segera pulang agar ibu tidak menunggununggu.




















