“Tidak sampai hari ini,” jawabku. Dia menoleh dan memandangku dengan tatapan yang berlinang air mata.“Aku sungguh-sungguh minta maaf!” ucapnya diantara isak tangisnya.“Itu terjadi begitu saja bulan lalu. Bokep Crot Payudaranya juga lebih besar. Lalu kugendong dia menuju ke kamar tidur.Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, Erina menjulurkan kedua lengannya ke depan menmintaku untuk segera naik. Kali ini giliran Erina yang pergi ke kamar mandi saat aku menuang gelas yang keempat. Dia kemudian menoleh kea rah Vita dan dengan tersenyum menambahkan, “Tentu saja dengan kamu juga.”“Aku bisa menggaransi kalau soal itu,” balas Vita.Erina memberi sebuah pelukan pada kami berdua sebelum dia pergi. Bukannya merasa puas telah membalas dendam, tapi aku malah merasa sangat tidak enak. Penis abang kan penuh dengan cairanku,” kata Erina dengan wajah menyeringai. Aku sadar jika kami berdua membutuhkan sebuah aturan dasar dalam hal ini.“Pertama, aku rasa kita harus saling setuju dan berjanji bahwa kita tidak akan




















