Tapi Muhris duduk di barisan putra paling belakang sedang Arini di barisan putri paling depan. Semuanya akibat kepolosan sang gadis remaja. Bokep Barat Kalau tidak karena Muhris memberi sinyal yang sama, Arini tentu sudah melupakan perasaannya.Tapi cowok itu terus saja bersikap spesial kepadanya, hingga cinta jarak jauh mereka terjalin erat meski tanpa kontak fisik.Lalu tiga bulan yang lalu saat menjelang Ujian Akhir Sekolah. Karena ketika akhirnya mereka bertemu kembali, Arini tak bisa menolak saat di banyak kesempatan Muhris mencium pipinya berkalikali; kanan dan kiri. Namun Arini agak lebih pendiam dan gelisah.Tangannya terusterusan memeluk bantal besar, berusaha menutupi apa yang ada di baliknya.Ia tak tahu bahwa pria di sebelahnya lebih gelisah lagi, meski alasannya sedikit berbeda. Pintar malah.Kelezatan rasanya melebihi masakan yang pernah ia buat.




















