” kan saya laki-laki juga, mungkin bisa bantu mbak kayak yg di website” jawabku tambah nakal.Mbak Femi menatapku dengan pandangan marah kemudian menjawab“Awas ya, nanti aku aduin ke mas Anto, nanti tau rasa kamu”Aku cuma tertawa sambil menjawab.“He..he..he.. “Ayo, aku dah masak tadi siang khusus buat kamu” ajak mbak Femi kearah meja makan.Selama makan malam kami bercerita panjang. XNXX Jepang Perlahan aku elus-elus paha dalamnya. Tapi karena kaosnya tipis dan Branya adalah model bra yg tipis tanpa kawat, aku dengan mudah meremas-remas kedua payudara yg sering aku nikmati dari jauh tersebut. Sepertinya cukup berhasil, wajahnya sedikit menurun ketegangannya. “mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku.




















