Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Bokep SMA Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. “Ray…”
“Hmm…”
“Kamu pikir akan ada yang mau menikahiku kelak?”
Ah, Chie. Tanpa mereka sadari. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. Aku dapat melihat alis matanya yang berkerut. “Masalah apa?” tanya Ray. “Masalah apa?” tanya Ray. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Entahlah, itu urusan wanita. “Chie?” tanyaku. Kalau kamu?” Chie menghela nafasnya. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar.




















