Aku menengadah.“Kurang jelas, Bay?”Aku mengangguk.Bu Lia tersenyum sambil mengusap-usap rambutku. Lalu aku menengadah. Bokep Montok Kucium lipatan di belakang lututnya.Bu Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Umurnya kutaksir sekitar 26 tahunan. Akibat kecupanku, Bu Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya.Serta tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalamnya. Menawan. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tak selebat bagian atasnya, serta warna kehitaman itu agak memudar. Sebagai gantinya, kedua tangan Bu Lia menjambak rambutku. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Blouse serta rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut merupakan pakaian favoritnya.Jika sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder yang terletak di belakangnya.




















