Semua yang sudah kulalui. “Ada yang salah?” tanyaku. Bokep Hot Lengannya terulur lagi, kali ini menarik zipper celanaku ke bawah. Ia menjauhkan sedikit bibirnya dan mendesah, lalu kembali memagutku. Di tangannya sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah.Saat pertama aku melihatnya, aku merasa tertarik. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Kutatap matanya. Kuturunkan tubuhku dari sofa, lalu berlutut di samping tubuhnya yang terlentang. Di sini. Aku merasa malu sendiri. “Bukan, bukan begini. Tapi tidak ada. Saat aku bergerak hendak bergeser, jemarinya meraih lenganku. Jangan bergerak. “Ada apa?” tanyaku. Ia mengikutiku.“Maaf. Kurasa aku terlalu emosionil.”
“Tak apa-apa,” balasku tersenyum. Ia menoleh dan menatapku dengan heran.




















