Kedua tanganku kekar menopang tubuhku pada sofa. Kusingkirkan jasku lalu kutegakkan tubuh Kiko sejenak dan kubaringkan. Bokeb Satu tangannya meraih ke belakang menjambak rambutku. Kadangkala kami tertawa bersama. Namun begitu kuraih pinggulnya dia tahu maksudku. Hehehe. Kiko mulai mengerang-ngerang tidak karuan. Kumainkan puting susunyaibarat mencari gelombang siaran radio. Lalu kuambil posisi menindihnya tetapi masih kutopang dengan tanganku. Kiko mengangguk, tampak setetes air mata di sudut matanya. Kalau cewe bule pasti akan bilang: kurang-kurangmasukinnya. Saya tarik Kiko ke samping. Saya bersandar lemas ke pundaknya sambil merangkul. Langsung saja kuangkat pantatnya lalu, bless.. Hehehe. Woow… rasanya panas, kontras dengan hawa kamar yang dingin. Tidak tahan kubelai juga rambut Kiko yang tergerai di atas pahaku. Mulut mungil indahnya bagaikan vacuum cleaner, menyedot si Jendral. Melihat arah pandanganku, Kiko dengan sigap memindahkan keranjang ke dalam lemari dinding. Dia melenguh keras dan menikmatinya.




















