Namun aku hanya bisa menyimpan keinginan itu, karena dalam dunia nyata aku tidak memiliki kekasih. Air mataku masih mengalir, menitik membasahi kemeja Aa. Bokep Tante “Lagian kamu kok nggak bisa ngenalin suara Aa sih tadi.. Semburat rona merah akibat rasa malu yang melandaku tak bisa kutahan. aku tidak bisa pulang ke kamarku sendirian. Valen udah nggak tahan lagi?!” pintaku parau pada Aa. Aa tidak menjawabnya sebagai gantinya Aa malah memberikan ciuman pada bibirku. Kurasakan jari-jemari Aa meremas jemariku, lembut dan hangat. Tapi kebanyakan sih Aa selalu menggodaku. “Kenapa baru tadi sore sih kamu telepon Aa ke kantor, lagian mo ke sini nggak bilang-bilang?” protes Aa. Air mataku masih mengalir, menitik membasahi kemeja Aa. Di dekapnya kepalaku erat-erat. Aa segera melepaskan sepatuku dan menyelimutiku. Ceilee.. “Biarin.. pikiranku kacau.Jam 8:30 malam aku meninggalkan hotel. Namun aku tidak menginginkan keterikatan dengannya. Aku menitipkan pesan kepada resepsionis bahwa kalau ada yang mencariku,




















