lagi. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Bokep Montok Jantungku berdegup keras.Lama sekali orang itu di toilet. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan. Mungkin orgasme. Aku turuti. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Mataku juga.Aku melanjutkan kenakalanku. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Aku terus menggerakkan jariku. Aku segera menutup mata. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Aku terus menggerakkan jariku. Dia melenguh. Celana itu aku pegang elastisnya. Mungkin cupnya tidak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Dan itu membuatku melayang.Tanganku juga tidak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri yang bergerak mencari sasarannya. Benar-benar mulus. Aku merasakan diriku sesak napas. Jariku masuk lebih ke dalam.




















