“belum kok, aku tidak akan melakukannya tanpa persetujuanmu. Tapi itu memang bagian dari strategiku, pelan kuturunkan pantatku hingga kepala kontolku di depan memeknya. Bokep Indonesia “Vin,….” Dia membuka matanya. Aku tersenyum, “iya, aku gak akan nyentuh kamu, tapi kalau misalnya aku juga gk tahan, boleh gak aku juga ngocok? “kok dicabut sich?” protesnya. “eh, dasar. “yakin mau di matiin aja? Dia mendelik kaget, kemudian bertanya “kapan kamu buka celana?” aku tersenyum. “aku malah belum pernah ML ama Wanda (Vina mungkun mengira aku masih berpacaran dengan adik tingkatku di kampus yang memang dia kenal) tapi sama cewek lain penah sekali” jawabku setengah jujur. Aku tersenyum.“Filmnya habis ya?” tanyanya. Tiba-tiba saja dia langsung mengambil buku-bukunya, memasukkan ke tasnya dan segera berdiri “aku mau pulang” katanya dengan ketus.Aku mencekal tangannya, dia mengibaskan tanganku, mungkin karena malu aku memergokinya dia jadi emosi.




















