Ternyata mbak Siti-lah yg memisahkan putingku dari bibir mang Narko. Dan aku sungguh berharap ia mau berubah pikiran dan mengurungkan kepergiannya.“Percayalah….meski mbak pergi namun mang Narko ndak bakal kesepian sebab dia sudah punya pengganti diri mbak yg jauh lebih baik”
“Ganti? Bokep Crot Mbak jamin ndak bakalan hamil kok” ujar mbak Siti kembali menenangkanku.Sepertinya ia memang selalu mengerti akan kekuatiranku sekaligus mampu membuat hatiku tenang.“Kang! Pasangan suami istri itu telah membukakan gerbang kedewasaanku malam itu sekaligus merengut kesucianku meski secara teknis aku masih tetap perawan. Tak kusangka baru dicocol sedikit tapi nikmatnya sudah seperti ini apalagi jika di masukan semua pikirku saat itu. Ia kembali mengambil ancang-ancang. Sepertinya non Monica sudah kecapekan.”
“Sekali lagi ajahh..uhh uhh”jawab mang Narko masih secara intens memaju mundurkan pinggulnya.Ia nampaknya masih bersemangat sekali padahal ia juga sudah berkali-kali pipis enak tadi. Malunya.Aku-pun jadi tersipu.




















