Sekali-kali mataku melirik spidometer tangki bensinku yang sebentar lagi akan terisi penuh
oleh bensin di dekat renon, denpasar. Terasa bulu-bulu yang tercukur rapi tumbuh sektiar 1-2cm begitu lebat sesuai
feel tanganku yang meraba, dan basah V-nya pun ak bisa dibendung lagi. Bokeb Ku duduk
disampingnya dan menghadap ke tv. Kucoba masukkan Kntlku kedalam V-nya, dengan bantuan tanggan lebutnya juga menaikkan bulu-bulu yang
menghalangi jalan kami.”Awww….Ohh…pelan-pelan Ren”, pintanya padakuTerasa sekali V-nya sangat keset, mungkin karena sudah lama Nanda tidak melakukan hubungan intim. Kupercepat genjotanku maju mundur, terlihat dia
makin menjadi-jadi. Temen-temen biasa memanggil saya Reno”okey, thx ya..tapi gw cepet-cepet neh..”, sembari ia membalas dan ia pergi begitu saja..sial, hilang gitu aja tuh ikan gua, fikirku.Sampai juga dirumah, dan kumelepas sapatu dan menaruh tasku yg berisi laptop yg selalu kubawa.” Bluggghhh…..




















