“Iya pak”, jawabku dengan malas, tapi aku berusaha tetap terdengar sopan.Sebal sekali aku melihat senyuman liciknya, dan aku segera menuju ke kantin, dan memang aku jadi kehilangan mood untuk bercanda dengan Jenny ataupun Sherly, tapi aku berusaha untuk tetap menanggapi obrolan maupun canda tawa mereka.Ketika bel tanda istirahat berakhir berbunyi, aku segera berpamitan,“Sherly, Jenny, aku tinggal dulu ya. Bokep Mama Sampai ke kepala penisnya, aku mencucup dengan kuat, membuat Pandu melolong keenakan. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. “Sekarang biarkan saya kembali ke kelas pak!”, kataku ketus.“Tunggu Eliza”, kata pak Edy dengan buru buru.Ia berdiri dan memakai celana yang tadi ia lepas untuk memperkosaku. Ia mengangkatku berdiri, lalu membuka sabukku, melucuti rok dan celana dalamku. Kemungkinan besar dia juga laki laki yang tadi rebahan di gudang dan ditindih oleh Vera .Belum sempat aku berbuat sesuatu,




















