Tubuh mungilku terguncang hebat, sekali lagi dalam cengkeraman Pak Zaim. Bokep Mom Pak Zaim tidak pernah berhenti memompa penisnya saat orgasmeku yang kedua itu berlangsung.Setelah klimaksku selesai beberapa saat kemudian, tubuhku tergolek lemas dalam posisi saling memeluk, sungguh kontras sekali perbedaan warna dari tubuh kami. Kulihat Pak Zaim mulai memompa dan memegangi penisnya keluar masuk dari memekku sehingga menggesek-gesek klitorisku yang makin basah. Penis Pak Zaim masih terjepit di antara payudaraku dan ujungnya persis dekat di depan bibirku yang sedikit menganga. Sambil tangannya bertumpu dengan meremas-remas buah dadaku, Pak Zaim bergerak maju mundur sangat cepat dan kuat. Hanya suara desahan dan lenguhan liar bagaikan binatang dari kami berdua yang terdengar di kamar.Akhirnya aku tidak tahan lagi, orgasmeku yang kedua datang. Aku hanya berusaha melepaskan diri namun sia-sia saja.Kemudian Pak Zaim melepaskan ciumannya, dan kedua tangannya dengan segera memreteli kancing kemejaku satu-persatu.




















