Aku terpaku memandangnya mengayunkan bongkahan pantatnya yang indah, kepalanya menggantung ke bawah dan sekujur tubuhnya bermandikan keringat mengisyaratkan pada lelaki ini agar memberinya lebih lagi.Air mata mengaburkan pandanganku dan kedua kakiku seakan direkat pada lantai membuatku tak bisa beranjak dari sana dan menyaksikan keseluruhan peristiwa ini. Aku lalu keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah. Bokep Tobrut “Ada yang salah, sayang?” tanyanya. Kamu pecundang!” “Tolong jangan lakukan ini Erni, kamu tahu betapa aku mencintaimu.” “Persetan dengan kamu!” dia meneriakiku, lalu menelepon Budi. Rasanya jarum jam tak akan pernah beranjak ke pukul 6 pagi agar aku dapat pergi dari sini dan merenung. Kukendarai mobilku dan kembali ke rumah.Kembali kulihat mobil Budi terparkir di depan rumah. Memberinya apa yang seharusnya hanya untukku. Aku menginginkan lebih dari itu dan Budi memberinya.” “Aku dapat memberimu lebih Erni, Aku akan memaafkanmu jika kamu menghentikan semua kegilaan ini.




















