Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Bokep SMA Lama sekali ia memijati pangkal pahaku.Seakan sengaja memainkan Si Junior. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa. Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku.Ke mana ia? Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Dadaku mulai berdegup lagi. Aku duduk di tepi dipan. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya.Apalagi yang dapat tertinggal?




















