Jantungnya berdebar-debar karena takut dan malu menjadi korban pelecehan seksual oleh pria tidak bermoral ini. Bokep Family “Tidak Pak, pokoknya nggak…jangan keterlaluan !” Ivana menggeleng-geleng kepala mengetahui kemauan pria setengah baya itu. “Iya tuh, udah mulai ketagihan kali, dasar bakat perek, iya kan Non !” ejek Imron sambil meremas pantatnya. “Kecuali apa Pak…tolong katakan !” suaranya meninggi seperti mau nangis. Kepala Ivana naik-turun mengisapi penis itu, hal ini membuat orang tua itu makin mendesah saja sambil tangannya meremas rambut Ivana. “Sudahlah Pak, semua sudah terjadi, Bapak cuma khilaf, ini bukan sepenuhnya salah Bapak kok, saya sudah pasrah sama nasib saya” Ivana menjawabnya dengan suara lemas. Matanya terpejam dengan air mata membasahi kelopak matanya. “Kecuali apa Pak…tolong katakan !” suaranya meninggi seperti mau nangis. Seperti dokter dia masih berdiri di sebelah ranjang itu, lalu dia membungkuk mengarahkan mulutnya ke payudara Ivana. “Dijilat Non, jangan cuma diliatin aja !” katanya




















