Demikianlah sepanjang film itu kami tidak menikmati filmnya tetapi aku menikmati bagaimana bibirnya mengulum-ngulu bibirku.“Mas, aku sayang sekali ma mas, aku mau jadi pacar mas”.Sejak kejadian dibioskop itu, kami menjadi rutin berciuman kalo ketemu, paling tidak kami melakukannya sebentar di mobil sebelum mobil jalan atau sebelum aku turun didepan rumahku. Bokep India Dia tersenyum sambil terus saja menciumi pusarku berulang-ulang hingga aku menggelinjang beberapa kali. Dia sangat humoris sehingga aku selalu terpingkal-pingkal mendengar guyonannya. Lidahnya yang nyelip masuk mulutku kuhisap-isap. “Takut apa sayang, katakanlah”, bisiknya kembali sambil meraih tanganku.“Aku takut Mas nanti meninggalkan aku”, bisikku. Diulangnya beberapa kali, kemudian dia berhenti melakukan jilatannya.Tangan kirinya bergerak keatas sambil meremes dengan lembut toketku.




















