Saat aku terdiam, tubuhnya bergeser lagi semakin rapat, lalu ia mengangkat kepalanya dan mengecup bibirku sekali lagi. Mungkin aku sedang bermimpi, saat kudengar ia bersenandung seolah menidurkanku. Bokep Tante Ia mengikutiku.“Maaf. Mendesah dan mengerang. Aku berusaha sebisa mungkin. Segala sesuatu melintas seketika. Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Kubungkukkan punggungku, meraih puting buah dadanya dengan bibirku. Tapi akhirnya kutekan pedal gas dan melajukan mobil menuju rumahku.“Well, home sweet home,” ucapku setelah menghentikan mobil di tepi trotoar. “Shall we dance?” katanya, membuat tawaku berhenti. “Yah, lumayan. Ruang tamu yang semula gelap menjadi terang dan terasa hangat. Ia terkekeh. Aku bukan anak kecil, ucapku dalam hati, aku orang dewasa. “Tidak apa-apa. Tak perduli, kutekan lagi pinggulku. “Kamu begitu kikuk. Aku terbangun dengan tubuh tertekuk, telanjang dan pegal, mendapati dirinya tak ada di sampingku.




















