Seperti biasa aku terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.Tak kusangka, Pak Toyo mengikutiku dari belakang. Bokep Ia lebih Jawa ketimbang Ambon, meski namanya Ambon. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. Bahkan aku juga sering tidur di rumah ibuku bersama adik. Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. Ibu butuh seseorang untuk mendampingi ibu dan merawat kalian berdua, kamu dan adikmu masih butuh perlindungan, masih butuh kasih sayang dan tentu saja butuh biaya untuk melanjutkan studi, kalian demi ibu sudi menikah kembali dengan Pak Toyo dengan harapan masa depan kalian lebih terjamin. Di kamar mandi aku menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkali-kali. Begitu keluar dan kamar mandi aku langsung dandan dan pamit untuk ke rumah teman. Meski usia ibu sudah berkepala empat tetapi masih cantik dan bentuk tubuhnya masih bahenol dan menarik.




















