aahh..Vito..”
“Jangan ditahan Lin.., keluarin aja.. Kamu becanda.. Bokep Jilbab/Hijab Aku sudah bilang, aku rela menjadi istri kedua. Dia merasa tidak PD dan minder dengan penampilannya, padahal menurutku dia sudah dalam segala
hal, dari wajahnya yang cantik, ukuran tubuhnya sangat proporsional, kulitnya yang kuning langsat tanpa
noda, hanya saja dadanya kecil, tapi paling tidak nilai totalnya 8 (menurutku). auuhh.. “Siang, bisa bicara dengan Pak Vito?” “Ya, saya sendiri, dengan siapa saya bicara?” “Oh, ini Pak Vito? “mmhh..mmhh..aauuhh..oohh.. kayaknya hari ini cukup dulu deh Lin,
mungkin besok bisa diterusin..” jawabku. creek.. Aku mengira dia pasti akan membicarakan masalah operasional, atau komplain tentang pengelolaan
gedung ini. aku.. Kalau kamu pikir aku
bisa membuat kamu bahagia, kamu bener-bener salah.. Dan lagi-lagi kebimbangan hadir dalam pikiranku, masa aku harus memerawaninya? Saya rasa Ibu sudah memiliki segalanya. Herlin menatap mataku dalam-dalam,
seakan ingin menunjukkan ketulusan hatinya. Saat kuucapkan “halo”, terdengar suara merdu dari seberang sana.




















