Setelah aku meletakkan pting gelas kotor ditempatnya, aku membuka lipatan tissue itu, ada tulisan, “Din, kasi tau dong no hp kamu, boleh ya”. Dia terus mencumbu meqiku, rasanya belum puas dia memainkan meqiku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. Film Porno “Didalem om, polos”. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar meqiku diusap-usap. “Din, gak pulang bareng?” tanya temenku. “Iya om”. “abis masak manggil mas, kaya seumuran ja, manggil om deh ya, Mo kemana nih om”. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Ohh, luar biasa. Om.., Dina nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Orangnya 40an lah, ganteng juga, atletis, suka aku ngeliatnya.




















