“Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda.Ternyata Ibu Maya tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Bokep Indo dulu Pen.. Ibu lemas sekali.”Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Maya pasrah dalam posisi nungging. to.. Pento.. Ayo lanjutkan ceritamu,” bentaknya lagi.“Baik Bu,” aku pun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Maya menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok-ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.“Ahh..,” jeritku tertahan saat mulut Ibu Maya mulai mengulum kontolku.“Ahh.. to.. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamil.”Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh mendapatkan malu yang luar biasa.“Dari mana Ibu tahu?” tanyaku dengan suara yang terbata bata.“Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelpon kamu, kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja




















