Ooohh..!” desah Miranda. Bokeb Waktu itu menunjukkan kira-kira jam 23.00. “Lapar yaa?”Miranda hanya mengangguk.. Gadis itu.. Aku mulai mengenalnya dalam sebuah pertemuan, dia adalah supervisor bagian valas disebuah bank terkemuka di ibukota. Di kamar itu sudah aku siapkan kamera ccTV yang sangat kecil terpasang tepat menyoroti tempat tidur sehingga aku dengan mudah memonitor keberadaannya dari kamar tidurku.Malam itu aku membiarkan Miranda ‘menikmati’ keberadaannya di kamar itu. Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Payudaranya yang berukuran 36B itu.. Gadis itu.. Waktu itu menunjukkan kira-kira jam 23.00. Jangan”Lalu aku bopong Mirandaku yang terikat itu ke kamar tidur yang satu lagi di apartemanku. Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Semoga kamu betah disini..” ledekku kemudian mengunci kamar itu dari luar. Jangan”Lalu aku bopong Mirandaku yang terikat itu ke kamar tidur yang satu lagi di apartemanku. Lepaskan ugh.. Aku belum berniat melakukan apa-apa pada dirinya, hingga pada suatu hari.




















