Kristin sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.“Akhhss bangghhss ouhh.. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.“Enghhsshh.. Bokep jilbab saya juga pikir begitu. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.“Emm.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Mereka kemudian pulang.Chapter 2: Kasaksian IstriBagi Kristin, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kristin risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor.




















