Di sepanjang jalan, ada beberapa orang yang menoleh ke arahku ketika berpapasan. Bokep Cina “Oooooohh … yeahhhhhhh …. Sesampai di rumah aku memberika belanjaanku kepada Mak yang bingung melihat ceceran air mani di bajuku. Aku memegang wajahnya dan membelainya. Setelah tidak ada benang sehelai pun yang menempel di kulitku, Pak Kusrin meminta aku duduk di pinggir meja batu besar. Pak Kusrin menikmati layananku sambil mendesah dan mendesis. “Ahhhhh …. EENNNNNNAAAAAKKKKKHHH !!!” teriakku. Tapi dia tidak banyak tanya. Saya harus mengeruk tabungan untuk melunasinya. Aku menggoyang pinggulku untuk mengimbangi genkotan Pak Kusrin. Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku. Pak Kusrin mempercepat gerakannya dan aku pun semakin melambung ke angkasa. Mulutnya tak henti-hentinya menyedot pentil buah dadaku.











