Tari bangkit dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Bokeb Payudaranya menekan dadaku, begitu kenyal rasanya. Seingatku, Tari tidak punya adik. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan aku hanya dua kali dijatah Rina. Berganti tangan kanannya menggenggam pangkal si “ujang”.“Dulu diwaktu pesta di rumah aku, kontol kamu belum ngerasain lidah aku ya?” kata Tari, dan kemudian dgn cepat lidahnya menjulur menjilat si “ujang” tepat di bagian bawah lubangnya.Aku langsung merinding keenakan dibuatnya.Dan beberapa detik kemudian kurasakan hangat, lembut, dan basah pada batang k0ntolku. “Yaa… padahal Rina udah siapin makan malem.” Rina kelihatan kecewa.Sebenarnya aku belum makan malam. Nah lho? Aku terbengong beberapa saat.“Rina!..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm… udah maleem… Rina ngantuk niih…”Kalau sdh begitu, percuma saja.




















