No info
Setengah jam sudah dan kopi di cangkirku hampir habis,
“gue ke kantor dulu, pulangnya mungkin agak kemaleman” ujar Susi sambil mengenakan sepatu di ruang tengah. Bokeb Dirumah, Susi ternyata pulang lebih cepat. Aku segera menuju westaffel untuk mencuci muka, kulihat waktu menunjukan pukul 03.00 pagi hari. Perlahan mulai kujilati daging yg berada di belahan vagiannya itu, ku mainkan suasana dengan sesekali mempercepat jilatanku di liang kemaluannya. “beb,…bangun ih nggak ngantor kamu?” tanya Susi sambil menjepit hidungku. Susi menyambutku dengan senyum penuh rasa sayang, ku rebahkan tubuhku disampingnya. Waktu terasa begitu lambat berjalan, setelah semua pekerjaanku di kantor selesai kuputuskan untuk pulang dan beristirahat. Keesokan harinya Susi bangun terlebih dahulu, sepanjang malam dia memelukku dan tertidur dengan posisi setengah tubuhnya menindih tubuhku, dengan posisi seperti ini kedua buah dadanya menempel pada tubuhku dan kurasakan kehangatan yg beda dari sebelumnya.





















