Aku memandang aneh kejadian itu, kubiarkan dia merabanya terus.“Gak ada tikus lagi, Bu..!” kataku. Bokep Family Kapan sampainya Bu?” tanyaku lagi sambil masuk kamar. Hari-hari berlalu kami lewati tanpa adanya halangan walaupun sampai saat ini kami memang belum dianugrahi seorang anak pendamping hidup kita berdua.Kehidupan berkeluarga kami sangat baik, tanpa kekurangan apapun baik itu sifatnya materi maupun kehidupan seks kami. Dia melihatku dengan tatapan sayunya dan kemudian kembali menciumi burungku, geli yang kurasakan sampai ke ubun-ubun kepala.“Banyak banget kamu keluarnya, Do..!” tanyaku Ibu mertuaku.Aku terdiam lemas sambil melihat Ibu mertuaku datang menghampiriku dan memelukku dengan mesra. Tetapi memang nasib keluarga kami yang masih belum diberikan seorang momongan.Di rumah itu kami tinggal bertiga, aku dengan istriku dan Ibu dari istriku. Ibu geli banget nih..” kata Ibu mertuaku.




















