Keduanya kini sepertinya ada di dalam posisi yang sama. “Memang siapa pembimbing kamu?”. Bokep Indo Dalam hati ia mencoba berpikir positif terhadap ayah dari sahabat karibnya ini.“Oh ada apa Om?”. Cinta sudah terbiasa menginap di rumah Felisia, demikian pula sebaliknya. Saat itu ia terlihat sedang menggandeng seorang gadis. Cinta terdiam sejenak untuk berpikir. “Beneran Om..”, Cinta terdengar bersemangat. “Biasalah nyalurin ‘hobby’ hahaha”. Ia sebenarnya berharap Om Ridwan akan berpikir dua kali untuk menyanggupinya. “Loh terus?”, Om Ridwan terheran. “Nah kalo gitu ntar Om bantu juga deh nyariin beasiswa”. Cinta terus berusaha mengulur waktu. “Cewek baru lagi nih? “Terima kasih”, ucap Cinta singkat sambil tersenyum. Itulah persyaratan yang ditetapkan Cinta. Cinta mengambil daftar menu dan sejenak mencermatinya. Berpikir apakah dirinya cukup gila untuk menjalin sebuah afffair. “Gak masalah, kali gitu Om tunggu jam 6 Oke?”. Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi.




















