“Mana celana gue,” tagihnya. Tapi bagiku tak menjadi soal benar. Vidio Sex Tak semesra dulu lagi. Wanita memang sensitif mengenai keadaan tubuhnya.Lalu, inilah saat yang kubenci, perpisahan. Tak semesra dulu lagi. “Iya, kalau jadi.”Ketika pompaanku makin cepat, ketika aku telah tiba saatnya untuk mencabut, Alia justru mengunci tubuhku dengan kakinya. Semacam curhat. Sebentar lagi sampai besok pagi Aku bisa bersamanya. Kupungut CD-nya yang masih tergeletak di lantai, kusimpan. Tapi ternyata tidak. Kapan nih?”
Alia sebutkan tanggal yang artinya 2 minggu lagi.“Sama temen-temen 10 orang, plus 2 orang dosen,” katanya lagi. Pertama, persiapan waktu. Bukan Sammy kalau tak mencoba dan mencoba lagi. Di antara belantara lalu-lintas diskusi itu suatu saat pada topik tertentu Aku dan Alia saling dukung pendapat (topik apa dan gimana saling dukungnya tak relevan bila kutulis di sini). Sebelum Alia sempat bangkit untuk menarik ke atas celananya, Aku menubruknya dan merebahkan punggungnya ke kasur.“Mas..!”
Bibirnya kulumat.




















