“Good job…”, kata Zet sambil menepuk pundakku. Aku sangat-sangat tidak menyukai penjajah sialan itu. Bokep Montok Kakek mengajariku untuk menjadi orang yang beriman. Ini tidak boleh diketahuinya, sebaiknya hanya menjadi rahasia antara aku dan komunitasku saja.Gadis itu terus berteriak seperti meminta pertolongan atau meminta untuk dilepaskan, aku tidak mengerti bahasa mandarin. Zet menunjuk ke arah susu gadis itu, artinya dia ingin aku menyicipinya. Zet menjilati wajahnya sambil membelai pahanya, pakaian di tubuhnya sudah sobek sebagian karena perbuatan Zet dan Abdul, sehingga menampakkan bra putih dan celana dalam putihnya yang terpampang jelas antara lubang sobekan pakaiannya.Kami salah sasaran, gadis ini bukanlah gadis Jepang, kami memang teledor, tapi tak apalah, target kami memang menyiksa kaum di luar komunitas kami, hanya saja aku lebih tertuju pada orang Jepang.Awalnya kami melihat gadis ini di dalam mall, ia dikerumuni banyak orang, beberapa bodyguard menjaganya, dan orang-orang yang mengerumuninya meminta tanda tangan dan foto




















