Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Tidak terlihat ada pesta. Bokep Thailand Tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. Aku menatapnya dengan tajam. Begitu rapat sekali tubuhnya ke tubuhku, sehingga aku bisa merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Bahkan dia menekan dadanya yang membusung padat ke dadaku.“Memangnya aku harus bagaimana?” aku malah balik bertanya. diberi sama Mas Herman”, sahutku bangga. Aku anak lelaki satu-satuya. “Tapi apa nanti Mama dan Papa kamu tidak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tidak mengerti keinginannya.Linda tidak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Bahkan tubuhku dengan tubuh Linda sudah hampir tidak ada jarak lagi.Kembali Linda mencium bibirku.




















