Dia menjulurkan tangan kanannya sambil tersenyum,
“gue Arry, baru sekarang bisa resmi kenalan, elo siapa?”.Kubalas juluran tangannya sambil menyebutkan namaku. Cape, malas, tapi lapar akhirnya aku melangkahkan kakiku ke bawah, mencari sesuatu untuk bisa di makan. Bokeb Tiba-tiba bel rumahku berdering. Kami pun segera berdekap erat, saling meraba, dan saling membuka baju. Hanya 5 hari setelah dia datang ke rumahku dia sudah berani mengucapkan kata cinta, yang saat itu sudah hambar di bayanganku. Dengan perasaan heran aku melangkah ke depan dan melihat Arry berdiri d idepan rumah seorang diri. Aku terhempas di kehidupanku yang lalu, tetesan air mata semakin beralasan. Hingga suatu saat dia meminta lebih dariku.Sore itu aku mampir ke tempat tinggalnya.




















