“Jangan berhenti, jangan berhenti omm! Bokep Tante Kuusapkan kedua tanganku di bahunya, turun ke tangannya, dan ke kakinya. “Sialan,” gumamku, melihat langit gelap, “Mudah-mudahan gak hujan!”
Naik kembali ke kabin, kuambil unit radio SSB/CB yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perusahaan. Hujan menetes dengan ritme staccato di atap truk, lilin memberikan sinar lembut, berkedip-kedip cahayanya, dan aku sangat senang dengan suasana itu. “Siap?” aku bilang, waktu aku lepaskan rem angin dan masukkan gigi. “Unhhhhh …”
Sebuah ingatan berkelebat di kepalaku. Boleh ngrokok ga Om?”
“Kamu gak boleh merokok saat sedang hamil. “Di sini, coba ini …”
Aku berdiri di samping tempat tidur di kabin, dengan penisku menunjuk ke mulutnya. “Ya ampun!” Seruku pada diri sendiri. “Ya,” katanya. Ini lebih panas dari panggangan sate, dan kehangatan dan gairahnya membuatku makin liar.




















