Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Bokep Montok Kulirik matanya. Sangat keras. Tapi ngapain naik bis ya? Penisku tetap tegang luar biasa. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. berdenyut-denyut ga karuan. Meremas pangkal dadanya. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus penisku. lagi. Kali ini cukup lama. Tubuhnya menegang. Hujan masih turun, rintik-rintik. Kepotong deh. Aku terus menggerakkan jariku. dan sangat basah. Aku kemudian berpura-pura tidur. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Manis juga. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Sepanjang sejarah hidupku. “Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Tapi kepepet sih, harus cari upa (”cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga.




















