Aku mendesah-desah keras sekali. Vidio Porno Diriku bukan Evi yang dulu. aku paling suka payudaramu!” desisnya.Aku paling suka kalau keindahan tubuhku dipuji. Padahal kemarin dia sudah mau tidur, aku malah merangsangnya habis-habisan. Evi yang lugu dan pemalu. Dia baik padaku. Aku tidak dapat menebak apa yang ada dipikirannya. Siapakah aku ini?Sejujurnya aku menyesali kondisiku yang seperti ini. Dia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku meski aku menangis meraung-raung di telepon. Aku takut..Aku jadi paranoid! Aku jadi sering mimpi buruk dan makin sulit membedakan mana mimpi dan kenyataan. Asyik sekali rasanya! Ada perasaan jengkel yang menggebu-gebu padanya.“Kok berani-beraninya orang segede dia menjerumuskan anak kecil! Wah dia benar-benar ingin membuat aku on terus sampai pagi!




















