Dia sedang bersiap untuk belanja ke pasar. Dia menebar rasa pedih pada kulit kepala istriku.Dia ingin mendengarkan rintihan sakit yang nikmat dari mulut Warni. Bokep Colmek Warni jadi mem-buas. Bukankah tadi pagi Jono masih memergoki lelaki itu?!Aku lihat blus, kutang dan roknya. Aku ingin dia lekas keluar rumah ke pasar. Gelapnya malam serasa berputar.. Ngomongg.. Hingga..Datanglah puncak nikmat mereka. Benarkah terjadi? Aku tak melihat istriku. Wajah ituu..Aku kembali melayang.. Aku sering terpikir, seberapa jauh aku bisa mengimbangi hasrat birahinya. Aku periksa pula pakaian kotornya yang masih nge-gantung di kamar mandi. Jangaann..”Edan.. Lagian geli, gitu lho”“Jangan khawatir, pelan-pelan saja kok. Aku mengambil bangku plastik bekas yang ringan dari gudang untuk pijakan berdiri mengintai dari kisi-kisi jendela kamarku itu.




















