Pembawaannya kelihatan masih canggung, malu menunduk terus, tidak bicara kalau tidak ditanya. Arini memanggil mereka yang terpilih. Film Porno Arini dan Gita sedang jongkok membersihkan nonoknya. “ O itu biasalah pak, sering ada yang nginap, kadang-kadang dari Jakarta juga, mereka kan mau rileks di sini,” kata Arini sambil senyum genit. “Sudah pernah dicium laki-laki,” tanyaku lagi. Aku maklum sajalah, karena dia masih kecil dan mungkin baru pertama kali memijat laki-laki dewasa. Gita terdiam pasrah, seperti orang pingsan. Sambil kujilati teteknya aku meraba selangkangannya. Aku merasakan ketenangan dan kedamaian di desa yang teduh. Mbak Arini kemudian ikut mobil kami untuk menunjukkan dimana kami akan menginap. Kutaksir umurnya masih dibawah 15 tahun. Setelah pekerjaan Mario selesai dan dia harus kembali ke Jakarta, aku masih bertahan di desa itu.




















