Tapi, tidak saat ini. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Bokep China Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. “Ya Erik..aku adalah milikmu. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata.









